Friday, December 19, 2014
5 bahaya radiasi ponsel Untuk Kesehatan Wanita
Wednesday, July 16, 2014
Efek Radiasi Terhadap Manusia
Jika radiasi mengenai tubuh manusia,
ada 2 kemungkinan yang dapat terjadi: berinteraksi dengan tubuh manusia, atau
hanya melewati saja. Jika berinteraksi, radiasi dapat mengionisasi atau dapat
pula mengeksitasi atom.
Setiap terjadi proses ionisasi atau eksitasi,
radiasi akan kehilangan sebagian energinya. Energi radiasi yang hilang akan
menyebabkan peningkatan temperatur (panas) pada bahan (atom) yang berinteraksi
dengan radiasi tersebut. Dengan kata lain, semua energi radiasi yang terserap
di jaringan biologis akan muncul sebagai panas melalui peningkatan vibrasi
(getaran) atom dan struktur molekul.
Ini merupakan awal dari perubahan kimiawi yang kemudian dapat mengakibatkan
efek biologis yang merugikan.
Satuan dasar dari jaringan biologis
adalah sel. Sel mempunyai inti sel yang merupakan pusat pengontrol sel. Sel terdiri dari 80% air dan 20% senyawa
biologis kompleks. Jika radiasi pengion
menembus jaringan, maka dapat mengakibatkan terjadinya ionisasi dan
menghasilkan radikal bebas,
misalnya radikal bebas hidroksil (OH), yang terdiri dari atom oksigen dan atom
hidrogen. Secara kimia, radikal bebas sangat reaktif dan dapat mengubah
molekul-molekul penting dalam sel.
DNA
(deoxyribonucleic acid) merupakan salah satu molekul yang terdapat di inti sel,
berperan untuk mengontrol struktur dan fungsi sel serta menggandakan dirinya
sendiri.
Setidaknya ada dua cara bagaimana
radiasi dapat mengakibatkan kerusakan pada sel. Pertama, radiasi dapat
mengionisasi langsung molekul DNA sehingga terjadi perubahan kimiawi pada DNA.
Kedua, perubahan kimiawi pada DNA terjadi secara tidak langsung, yaitu jika DNA
berinteraksi dengan radikal bebas hidroksil. Terjadinya perubahan kimiawi pada
DNA tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat menyebabkan
efek biologis yang merugikan, misalnya timbulnya kanker maupun kelainan
genetik.
Pada dosis rendah, misalnya dosis
radiasi latar belakang yang kita terima sehari-hari, sel dapat memulihkan
dirinya sendiri dengan sangat cepat. Pada dosis lebih tinggi (hingga 1 Sv), ada
kemungkinan sel tidak dapat memulihkan dirinya sendiri, sehingga sel akan
mengalami kerusakan permanen atau mati. Sel yang mati relatif tidak berbahaya
karena akan diganti dengan sel baru. Sel yang mengalami kerusakan permanen
dapat menghasilkan sel yang abnormal ketika sel yang rusak tersebut membelah
diri. Sel yang abnormal inilah yang akan meningkatkan risiko tejadinya kanker
pada manusia akibat radiasi.
Sebagai contoh, radiasi gamma
dengan dosis 2 Sv (200 rem) yang diberikan pada seluruh tubuh dalam waktu 30
menit akan menyebabkan pusing dan muntah-muntah pada beberapa persen manusia
yang terkena dosis tersebut, dan kemungkinan satu persen akan meninggal dalam
waktu satu atau dua bulan kemudian. Untuk dosis yang sama tetapi diberikan
dalam rentang waktu satu bulan atau lebih, efek sindroma radiasi akut tersebut
tidak terjadi.
Contoh lain, dosis radiasi akut
sebesar 3,5 – 4 Sv (350 – 400 rem) yang diberikan seluruh tubuh akan
menyebabkan kematian sekitar 50% dari mereka yang mendapat radiasi dalam waktu
30 hari kemudian. Sebaliknya, dosis yang sama yang diberikan secara merata
dalam waktu satu tahun tidak menimbulkan akibat yang sama.
Selain bergantung pada jumlah dan
laju dosis, setiap organ tubuh mempunyai kepekaan yang berlainan terhadap
radiasi, sehingga efek yang ditimbulkan radiasi juga akan berbeda.
Sebagai contoh, dosisi terserap 5 Gy atau lebih yang diberikan secara sekaligus pada seluruh tubuh dan tidak
langsung mendapat perawatan medis, akan dapat mengakibatkan kematian karena
terjadinya kerusakan sumsum tulang belakang serta saluran pernapasan dan
pencernaan. Jika segera dilakukan perawatan medis, jiwa seseorang yang mendapat
dosis terserap 5 Gy tersebut mungkin dapat diselamatkan. Namun, jika dosis
terserapnya mencapai 50 Gy, jiwanya tidak mungkin diselamatkan lagi, walaupun
ia segera mendapatkan perawatan medis.
Jika dosis terserap 5 Gy tersebut
diberikan secara sekaligus ke organ tertentu saja (tidak ke seluruh tubuh),
kemungkinan besar tidak akan berakibat fatal. Sebagai contoh, dosis terserap 5
Gy yang diberikan sekaligus ke kulit akan menyebabkan eritema.
Contoh lain, dosis yang sama jika diberikan ke organ reproduksi akan
menyebabkan mandul.
Efek radiasi yang langsung terlihat
ini disebut Efek Deterministik. Efek ini hanya muncul jika dosis radiasinya melebihi suatu
batas tertentu, disebut Dosis Ambang.
Efek deterministik bisa juga terjadi
dalam jangka waktu yang agak lama setelah terkena radiasi, dan umumnya tidak
berakibat fatal. Sebagai contoh, katarak dan kerusakan kulit dapat terjadi
dalam waktu beberapa minggu setelah terkena dosis radiasi 5 Sv atau lebih.
Jika dosisnya rendah, atau diberikan
dalam jangka waktu yang lama (tidak sekaligus), kemungkinan besar sel-sel tubuh
akan memperbaiki dirinya sendiri sehingga tubuh tidak menampakkan tanda-tanda
bekas terkena radiasi. Namun demikian, bisa saja sel-sel tubuh sebenarnya
mengalami kerusakan, dan akibat kerusakan tersebut baru muncul dalam jangka
waktu yang sangat lama (mungkin berpuluh-puluh tahun kemudian), dikenal juga
sebagai periode laten. Efek radiasi yang tidak langsung terlihat ini disebut Efek Stokastik.
Efek stokastik ini tidak dapat
dipastikan akan terjadi, namun probabilitas terjadinya akan semakin besar
apabila dosisnya juga bertambah besar dan dosisnya diberikan dalam jangka waktu
seketika. Efek stokastik ini mengacu pada penundaan antara saat pemaparan
radiasi dan saat penampakan efek yang terjadi akibat pemaparan tersebut.
Kecuali untuk leukimia yang dapat berkembang dalam waktu 2 tahun, efek
pemaparan radiasi tidak memperlihatkan efek apapun dalam waktu 20 tahun atau
lebih.
Salah satu penyakit yang termasuk
dalam kategori ini adalah kanker. Penyebab sebenarnya dari penyakit kanker
tetap tidak diketahui. Selain dapat disebabkan oleh radiasi pengion, kanker
dapat pula disebabkan oleh zat-zat lain, disebut zat karsinogen, misalnya asap
rokok, asbes dan ultraviolet. Dalam kurun waktu sebelum periode laten berakhir,
korban dapat meninggal karena penyebab lain. Karena lamanya periode laten ini,
seseorang yang masih hidup bertahun-tahun setelah menerima paparan radiasi ada
kemungkinan menerima tambahan zat-zat karsinogen dalam kurun waktu tersebut.
Oleh karena itu, jika suatu saat timbul kanker, maka kanker tersebut dapat
disebabkan oleh zat-zat karsinogen, bukan hanya disebabkan oleh radiasi.
Macam-macam Radisi
Radiasi biasanya berarti transmisi
gelombang, objek atau informasi dari sebuah sumber ke medium atau tujuan
sekitarnya.
Dalam fisika, konsep yang berhubungan adalah:
radiasi ionisasi adalah sebuah semburan partikel (seperti photon) dengan energi yang berkecukupan untuk menyebabkan ionisasi atom atau molekul.
radiasi non-ionisasi seperti di atas hanya tidak memiliki cukup energi.
radiasi elektromagnetik: cahaya adalah salah satu bentuknya yang tampak mata; radiasi thermal adalah bentuk panas. Keseluruhan, jangkauan panjang gelombang mencakup gelombang Frekuensi sangat rendah dengan panjang dalam km, radio AM, radio FM, TV dan gelombang mikro, inframerah (panas) gelombang, cahaya tampak, ultraungu, sinar-X, dan sinar gamma.
radiasi gravitasi
radiasi partikel adalah sebuah bentuk radiasi dimana unsur individual bersikap seperti partikel, contohnya radiasi neutron cepat atau lambat
radiasi Cherenkov adalah pemancaran radiasi elektromagnetik oleh partikel bermuatan bergerak melalui sebuah medium terinsulasi lebih cepat dari kecepatan cahaya dalam medium tersebut.
radiasi synchotron dipancarkan oleh partikel bermuatan yang dipercepat dalam medan magnet dan bergerak mendekati kecepatan cahaya. Ini terjadi, contohnya, bila partikel bergerak dalam lingkaran, seperti dalam synchrotron.
Dalam Biologi, radiasi adaptive adalah sebuah proses dalam biologi evolusi dimana satu spesies menjadi banyak dalam rangka beradaptasi ke niche ekologi tertentu.
Radiasi kadangkala juga digunakan, tidak tepat, untuk menunjuk ke kontaminasi radioaktif, pembebasan isotop radioaktif ke lingkungan. Isotop tersebut kemudian melepaskan radiasi terionisasi, yang dapat membuat parah apabila isotop tersebut diserap oleh tumbuhan, hewan atau manusia, karena isotop kemudian melepas radiasi terionisasi dari dalam organisme.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi"
Dalam fisika, konsep yang berhubungan adalah:
radiasi ionisasi adalah sebuah semburan partikel (seperti photon) dengan energi yang berkecukupan untuk menyebabkan ionisasi atom atau molekul.
radiasi non-ionisasi seperti di atas hanya tidak memiliki cukup energi.
radiasi elektromagnetik: cahaya adalah salah satu bentuknya yang tampak mata; radiasi thermal adalah bentuk panas. Keseluruhan, jangkauan panjang gelombang mencakup gelombang Frekuensi sangat rendah dengan panjang dalam km, radio AM, radio FM, TV dan gelombang mikro, inframerah (panas) gelombang, cahaya tampak, ultraungu, sinar-X, dan sinar gamma.
radiasi gravitasi
radiasi partikel adalah sebuah bentuk radiasi dimana unsur individual bersikap seperti partikel, contohnya radiasi neutron cepat atau lambat
radiasi Cherenkov adalah pemancaran radiasi elektromagnetik oleh partikel bermuatan bergerak melalui sebuah medium terinsulasi lebih cepat dari kecepatan cahaya dalam medium tersebut.
radiasi synchotron dipancarkan oleh partikel bermuatan yang dipercepat dalam medan magnet dan bergerak mendekati kecepatan cahaya. Ini terjadi, contohnya, bila partikel bergerak dalam lingkaran, seperti dalam synchrotron.
Dalam Biologi, radiasi adaptive adalah sebuah proses dalam biologi evolusi dimana satu spesies menjadi banyak dalam rangka beradaptasi ke niche ekologi tertentu.
Radiasi kadangkala juga digunakan, tidak tepat, untuk menunjuk ke kontaminasi radioaktif, pembebasan isotop radioaktif ke lingkungan. Isotop tersebut kemudian melepaskan radiasi terionisasi, yang dapat membuat parah apabila isotop tersebut diserap oleh tumbuhan, hewan atau manusia, karena isotop kemudian melepas radiasi terionisasi dari dalam organisme.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi"
Dampak Teknologi Terhadap Kesehatan
by Akhim
Kemajuan teknologi saat ini sangat berkembang pesat dan
membantu manusia untuk berinteraksi satu sama lain tanpa dibatasi oleh jarak
dan waktu. Kemudahan yang diberikan oleh teknologi tersebut mencakup banyak hal
serta merambah berbagai aspek kehidupan, mulai dari bisnis hingga pendidikan.
Pada prinsipnya teknologi ini berkembang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
manusia agar dalam kehidupannya dapat lebih mudah berkomunikasi ataupun
melakukan sesuatu. Namun dari segala efek positif yang diterima oleh manusia
terdapat pula berbagai efek negatif, baik secara fisik dan mental.
Handphone merupakan salah satu dari perkembangan tekonogi. Dengan
kecanggihan teknologi saat ini, fungsi handphone tidak hanya sebagai alat
komunikasi biasa, tetapi manusia juga dapat mengakses internet, SMS, berfoto
dan juga saling mengirim data. Dampak yang ditimbulkan dari handpone mungkin
tidak kita sadari sama sekali. Selain memudahkan dalam berkomunikasi sebagai
dampak positif yang manusia dapatkan, terdapat pula dampak negatif yang manusia
dapatkan sebagai akibat menggunakan handphone atau telepon genggam ini.
Lalu
apa pengaruh negatifnya? Kita mungkin jarang menyadari efek negatif atau bahkan
ada yang tidak menyadari sama sekali. Pasti diantara anda banyak yang jika
sedang tidur terkadang terganggu akibat handphone berdering. Jika mendengar
handphone berbunyi sudah pasti anda akan langsung segera membukanya, seperti
akan mendapat hadiah sebuah rumah. Sekarang banyak banyak sekali operator yang
muncul yang menawarkan berbagai kemudahan dalam berkomunikasi, mulai dari tarif
yang super murah sampai pada free talk. Dari studi empiris yang
dilakukan, penggunaan telepon dalam waktu yang lama akan mengakibatkan jaringan
pada otak manusia terganggu!
Dari
penggunaan berbagai macam alat digital ini kita juga semakin susah untuk
mengingat hari-hari penting kerabat atau orang-orang terdekat kita karena
selalu mencatatnya pada alat tersebut. Jika anda ditanya oleh seseorang tanggal
ulang tahun kakak atau orang tua anda belum tentu anda mengingatnya bukan?
Dengan kata lain, teknologi membuat kita semakin malas untuk mengingat sesuatu
yang sebenarnya bisa kita ingat dengan mudah.
Gangguan
diatas dapat dikatakan adalah dampak negatif psikologis yang di terima manusia
akibat tekhnologi handphone, terdapat juga dampak negatif terhadap kesehatan
manusia, diantaranya :
1.
Radiasi
Sejumlah
penelitian yang dilakuan menunjukkan radiasi telepon genggam berakibat buruk
terhadap tubuh manusia. Misalnya meningkatkan risiko terkena tumor telinga dan
kanker otak, berpengaruh buruk pada jaringan otak, merusak dan mengurangi
jumlah sperma hingga 30 persen, mengakibatkan meningioma, neurinoma akustik,
acoustic melanoma, dan kanker kelenjar ludah. Sayangnya, tak satu pun 6 vendor
telepon seluler terbesar dunia merespon hasil-hasil penelitian tersebut. Boleh
saja para ahli mengingatkan bahayanya gelombang elektromagnetik, namun hampir
selalu ditanggapi produsen dengan statement, Aman-aman saja.
Meski
belum ada kepastian terhadap hasil penelitian ini, pimpinan proyek penelitian
Franz Adlkofer menyarankan tindakan pencegahan dengan menganjurkan penggunaan
telepon genggam hanya dalam keadaan darurat saja. Artinya, kalau di sekitar
Anda tersedia telepon biasa sebaiknya Anda menghindari memakai telepon seluler.
Atau, menggunakan peralatan hands-free kapan saja memungkinkan.
2.
Gangguan Reproduksi
Seperti
sebuah mitos, tetapi ada sedikit data yang menyebutkan bahwa handphone dapat
memberikan efek pada kesuburan pria. Faktanya, sebuah penelitian yang
dipublikasikan jurnal medis, Fertility & Serility, menguji penggunaan
handphone oleh 361 pria pada sebuah klinik kesuburan. Hasilnya menunjukkan
bahwa semakin sering seorang pria menggunakan handphone-nya, semakin rendah
jumlah, kualitas dan ketahanan sperma mereka.
Pada
bulan Oktober, dilaporkan sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan menemukan
bahwa tikus yang diberi emisi handphone 6 jam perhari selama 18 minggu memiliki
kecenderungan yang lebih besar mengalami kematian sperma dibandingkan dengan
tikus yang tidak diberi perlakuan. Peneliti tersebut mengatakan dari hasil
tersebut bisa diyakini membawa handphone dekat dengan alat reproduksi dapat
memberi efek negatif pada kesuburan.
3.
Tumor Mulut
Penggunaan
ponsel dalam waktu lama dan rutin akan meningkatkan resiko tumor sekitar 50
persen dibanding mereka yang sama sekali tak menggunakan ponsel.
Studi
baru yang dilakukan ilmuwan Israel yang hasil penelitiannya dimuat di American
Journal of Epidemiology menyatakan bahwa setidaknya 402 orang mengalami tumor
mulut dalam kondisi sedang, sementara 56 lainnya masuk kategori kanker ganas.
Penelitian ini melibatkan 1.266 pengguna ponsel. Mereka yang menggunakan ponsel
lebih dari normal, atau menggunakan dalam waktu lama dan kontinyu beresiko
mengembangkan tumor pada parotid gland (kelenjar liur), yang terletak di
mulut dengan posisi dekat telinga. Pengguna ponsel di area pedesaan atau
kawasan pinggiran, di mana ponsel bekerja lebih keras untuk melakukan kontak
dengan BTS (Base Transceiver Station) terdekat, beresiko lebih besar
terkena tumor.
Studi
menyebutkan bidang elektromagnetik yang dipancarkan ponsel secara kontinyu akan
membuat sel tubuh bereaksi berlebihan. Namun tingkat radiasi ponsel yang
digunakan selama ini masih dinilai terlalu kecil efeknya pada kesehatan bahkan
untuk mengacaukan atau merusak struktur DNA. Para ilmuwan masih terus
melanjutkan misteri efek ponsel pada kesehatan ini.
Namun
dampak negatif yang ditimbulkan teknologi handphone terhadap kesehatan dapat
kita hindarkan dengan menggunakan handsfree agar radiasi yang di pancarkan oleh
handphone tidak langsung memancar ke otak.
Selain
Handphone, komputer yang sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat saat ini pun
mempunyai dampak negatif seperti kerap kali mengalami gangguan seperti badan
terasa pegal, kurang fresh, gangguan penglihatan dan pergerakan otot yang kaku
menyebabkan efek negatif bagi kesehatan tubuh kita. Ini adalah dampak negatif
akibat terlalu lama di depan komputer. Apalagi bagi para praktisi bisnis yang
dalam kesehariannya dituntut untuk senantiasa berhadapan dengan teknologi,
khusunya mereka yang berkecimpung dalam bisnis online.
Dampak
negatif yang ditimbulkan oleh teknologi komputer juga ada dampak negatif
terhadap psikologi maupun kesehatan.
Dampak
negatif psikologi yang ditimbulkan dari komputer antara lain :\
1.
Anti Sosial
Sikap
dan perilaku anti sosial terbentuk dari terpaan isi program dari fitur yang
diciptakan dari media ini komputer. Salah satu fitur yang banyak menghiasi isi software
komputer adalah permainan. Baik anak-anak, remaja sampai orang dewasa
menggunakan komputer untuk memainkan permainan kesukaan mereka masing-masing.
Contohnya saja mahasiswa-mahasiswa bermain permainan olahraga atau perang-perangan
seperti counter strike (CS) yang merupakan permainan dalam komputer.
Biasanya mereka memainkan permainan kesukaan mereka ini disela-sela kegiatan
mereka ketika jenuh atau sedang beristirahat. Permainan komputer banyak
memberikan bumbu-bumbu kekerasan di dalamnya.
Berdasarkan
penelitian eksperimen dalam buku yang ditulis Andersen, permainan komputer
dengan kandungan kekerasan memiliki tingkat terpaan kekerasaan yang sama
seperti terpaan dalam prgram televisi. Bahkan sebuah penelitian menyatakan
bahwa permainan video (video games) memiliki kemampuan lebih besar untuk
membuat anak-anak menjadi kurang sensitif terhadap kekerasan dibandingkan
televisi atau pun pengalaman kehidupan yang bersinggungan dengan kekerasan.
2. Computer Anxiety (kecemasan, ketakutan terhadap komputer)
Ketakutan
terhadap komputer ini menerpa hampir sepertiga populasi pengguna dewasa
komputer. Beberapa akibat dari kasus yang paling menakutkant yang dirasakan
terhadap komputer adalah mual-mual, vertigo, dan keringat yang bercucuran.
Penyebab ketakutan mereka ada banyak hal dan salah satunya karena ketakutan
mereka akan mendapatkan bencana dengan menekan kunci yang salah. Dalam hal ini
ketakutan mereka dihubungkan dengan tingkat privasi yang dapat ditembus karena
kesalahan mereka menekan tombol misalnya saja menekan gambar spam yang ada
dalam internet. Penyebab lainnya adalah perasaan lepas kendali yang dirasakan
orang-orang non teknis atau tidak memilki kemampuan teknis pada komputer ketika
dihadapkan pada sistem teknis yang kompleks dan menyulitkan. Biasanya ketakutan
tergadap komputer ini dialami oleh perempuan-perempuan dan orang yang mempunyai
kemampuan matematika yang rendah.
3.
Adiksi terhadap internet
Komputer
juga dapat membuat kecenderungan adiksi pada semua orang yang menggunakan
komputer. Perasaan ini mendorong orang untuk terus-menerus menggunakan komputer
layaknya orang yang mengidap ketagihan narkotika. Komputer beserta fitur yang
ditawarkannya secara tidak sengaja membentuk komputer menjadi sperti obat yang
harus diminum dan jika tidak diminum akan menimbulkan rasa sakit tersendiri
yang dialami para penggunanya. Situs-situs yang ada dalam internet dengan jasa
dan layanan yang ditawrakna dapat memenuhi kepuasan dan kebutuhan orang yang
memakainya. Situs permainan, layanan komunikasi interaktif membuat komputer
menjadi komoditi teknologi yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia
sama seperti keberadaan telepon seluler saat ini. Rasa ketagihan yang membuat
orang terus menerus menggunakan komputer menurut para ahli merupakan indikasi
dari pembentukan kebiasaan media. Dan yang mematikan adiksi ini dapat
menghancurkan kehidupan manusia. Jadi kehidupan seseorang dapat hancur melalui
internet karena perilaku adiksinya terhadap internet.
Sedangkan
Efek Negatif terhadap kesehatan manusia yang ditimbulkan oleh teknologi
komputer adalah antara lain :
1.
Radiasi Monitor
Mata
adalah organ tubuh yang paling mudah mengalami penyakit akibat kerja, karena
terlalu sering memfokuskan bola mata ke layar monitor. Tampilan layar monitor
yang terlalu terang dengan warna yang panas seperti warna merah, kuning, ungu,
oranye akan lebih mempercepat kelelahan pada mata. Selain dari itu, pantulan
cahaya (silau) pada layar monitor yang berasal dari sumber lain seperti
jendela, lampu penerangan dan lain sebagainya, akan menambah beban mata.
Pencahayaan ruangan kerja juga berpengaruh pada beban mata. (1,3)Pemakaian
layar monitor yang tidak ergonomis dapat menyebabkan keluhan pada mata.
Berdasarkan hasil penelitian, 77 % para pemakai layar monitor akan mengalami
keluhan pada mata, mulai dari rasa pegal dan nyeri pada mata, mata merah, mata
berair, sampai pada iritasi mata bahkan kemungkinan katarak mata.
Bila
operator komputer menggunakan soft lens (lensa mata), kelelahan mata akan lebih
cepat terasa, karena mata yang dalam keadaan memfokuskan ke layar monitor akan
jarang berkedip sehingga bola mata cepat menjadi kering dan ini menyebabkan
timbulnya gesekan antara lensa dan kelopak mata. Ruang berpendingin (AC) akan
lebih memperparah gesekan tersebut, karena udara ruangan ber AC akan kering
sehingga air mata akan ikut menguap. Menurut hasil penelitian yang penulis
lakukan, untuk operator komputer yang bekerja 8 jam per hari terus menerus,
ternyata radiasi yang keluar dari komputer (khususnya sinar-X) sangat rendah
yaitu sekitar 0,01739 m Rem per tahun. Harga tersebut jauh lebih rendah dari
pada radiasi yang berasal dari sinar kosmis dan dari radiasi bumi (terresterial
radiation) yang berkisar 145 m Rem per tahun. Sedangkan laju dosis radiasi yang
diizinkan untuk masyarakat umum adalah 500 m Rem per tahun
Akhir-akhir
ini banyak dijual kaca filter untuk layar monitor yang dipromosikan sebagai
filter radiasi yang keluar dari komputer.kaca filter yang dijual di pasaran
lebih sesuai sebagai filter kesilauan (glare) dari cahaya layar komputer, bukan
sebagai filter radiasi. (2)
2.
Terganggunya Syaraf
Printer
yang menggunakan sistim buble jet kebisingannya relatif lebihrendah bila
dibandingkan dengan printer sistim dot matrix. Saat ini printer yang paling
rendah kebisingannya adalah sistim laser printer. Kebisingan yang tinggi dapat
mempengaruhi syaraf manusia dan hal ini dapat berakibat pada kelelahan maupun
rasa nyeri. Adapun batas kebisingan yang diizinkan untuk bekerja selama kurang
dari 8 jam per hari adalah 80 dB. Sedangkan ruang kerja yang ideal adalah
dengan kebisingan sekitar 40 – 50 dB. Apabila di dalam ruang kerja terdapat
mesin pendingin (AC), maka kebisingan akan bertambah selain dari suara printer.
3.
Repetitive Strain Injury (RSI)
RSI
merupakan sebuah terminologi yang mengacu pada beberapa variasi keluhan
kerangka otot (musculoskeletal). Ini menyangkut keluhan yang dikenal dengan
sakit urat otot. RSI meliputi gangguan lengan atas berkaitan dengan kerja
(Work-Related Upper Limb Disorders) dan luka penggunaan berlebihan yang
berhubungan dengan kerja (Occupational Overuse Injuries).
Keluhan
ini terutama diderita oleh para pekerja dengan posisi duduk yang statis saat
menggunakan komputer atau menggunakan gerakan tangan yang berulang (repetitive)
setiap hari, beban kerja yang statis (seperti menggenggam mouse), membiarkan
lengan membengkok, dan sejenisnya dalam waktu yang cukup lama. Ini akan
bertambah buruk jika tempat kerja tidak didesain secara ergonomis, misalnya
posisi keyboard dan layar monitor yang terlalu tinggi atau terlampau rendah,
kursi tidak menopang badan untuk duduk tegak, dan sebagainya.
Hal ini akan semakin parah bila ditambah lingkungan kerja yang kurang bergerak, kurang istirahat, mengandung stress tinggi dengan deadline dan laporan rutin serta lainnya. Apalagi jika Anda perokok, menderita kegemukan (obesitas), lemah otot, memiliki tangan yang terasa dingin serta kurang berolah raga.
Hal ini akan semakin parah bila ditambah lingkungan kerja yang kurang bergerak, kurang istirahat, mengandung stress tinggi dengan deadline dan laporan rutin serta lainnya. Apalagi jika Anda perokok, menderita kegemukan (obesitas), lemah otot, memiliki tangan yang terasa dingin serta kurang berolah raga.
Gejala
awal RSI dapat muncul pada berbagai tempat dari pangkal lengan hingga ke ujung
tangan. Gejala yang menjadi tanda peringatan menyangkut:
Kesulitan
membuka dan menutup tangan
Otot
tangan terasa kaku (misalnya hingga kesulitan mengancing baju)
Kesulitan
menggunakan tangan (untuk membalik halaman buku, memutar tombol atau bahkan
memegang mug)
Bangun
dengan rasa sakit di pergelangan tangan atau mati rasa di tangan, terutama di
awal pagi hari
Tangan
terasa dingin
Tangan
gemetar (tremor)
Tangan
terasa canggung, bergetar atau bahkan mati rasa.
TIPS
untuk menghindari efek negatif diatas antara lain :
Pastikan
tempat kerja Anda dirancang secara ergonomis
Kurangi
waktu penggunaan komputer (termasuk untuk bermain game dan kembali membuka buku
referensi daripada searching di web)
Gunakan
variasi perangkat input.
Misalnya
mengganti mouse yang lebih ergonomis atau memindahkan ke tangan sebelah lain,
bahkan kurangi penggunaan mouse Ambil beberapa waktu istirahat sejenak.
Bangkit
dari kursi Anda, karena tubuh kita tidak dirancang untuk duduk sepanjang hari.
Jangan mengetik lebih dari 30 menit tanpa istirahat
Peregangan
membantu mengurangi ketegangan pada otot-otot. Namun jangan melakukan
peregangan kalau terasa sakit.
Kurangi
kecepatan melakukan double click.
Jaga
kehangatan suhu.
Letakkan
layar monitor sedemikian rupa sehingga tidak ada pantulan cahaya dari sumber
cahaya lain seperti lampu ruang kerja dan jendela yang dapat menyebabkan
kesilauan pada mata
Agar
mata dapat membaca dengan nyaman, letakkan layar komputer lebih rendah dari
garis horizontal mata dengan membentuk sudut hurang lebih 30 derjat. Keadaan
ini dapat dicapai bila pusat layar monitor terlettak sekitar 25 cm dari garis
horizontal mata sehingga mata akan mengarah ke bawah (ke layar monitor). Jarak
layar monitor dengan mata sekitar 40 cm. Posisi demikian akan sangat mengurangi
kelelahan pada mata.
Buatlah
cahaya latar layar komputer dengan warna yang dingin, misalnya putih
keabu-abuan dengan warna huruf yang kontras. Hindari penggunaan font huruf yang
terlalu kecil (kecuali terpaksa). Font huruf yang termasuk norrnal adalah font
12, lebih kecil dari ini mengakibatkan mata akan cepat lelah membacanya.
Resolusi layar monitor sudah barang tentu sangat berpengaruh terhadap ketajaman
huruf maupun gambar. Layar monitor SVGA akan jauh lebih baik dari pada layar
monitor VGA apalagi dengan yang monokrom.
Agar
mata tidak kering, sering-seringlah berkedip dan sesekali pindahkan arah
pandangan mata ke luar ruangan. Bila perlu usaplah kelopak mata secara lembut
(memijit ringan bola mata).
Subscribe to:
Comments (Atom)

